|
Minggu(7/2) malam bertempat di Yayasan Kuncup Melati diadakan Gebyar Perayaan Khong Kauw Hwee. Acara tersebut merupaan peringatan ulang tahun ke-60 Yayasan Kuncup Melati. Pada perayaan ulang tahun ke -60 tersebut, diangkat tema ”Melahirkan Bunga-Bunga Bangsa”. Sebelumnya, sejak tanggal 2 Februari panitia telah melaksanakan berbagai kegiatan seperti jumpa pers, parade sepeda onthel kuno, pameran lukisan, sejarah, hasil karya siswa, fotogenik oriental, lukis kaligrafi, serta berbagai kegiatan lainnya.
Selain Walikota, dalam kesempatan tersebut hadir pula para tokoh pendidikan, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Kantor Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah, Kepala serta para pengurus Yayasan Kuncup Melati. Walikota Semarang, Sukawi Sutarip, SH, SE yang hadir dalam perayaan tersebut mengungkapkan kebanggaannya kepada yayasan yang telah berdiri sejak tahun 1950 tersebut. Kebanggaan tersebut, didasarkan pada kepedulian yayasan Kuncup Melati terhadap dunia pendidikan. Sejak awal berdirinya, yayasan Kuncup Melati telah meluluskan ribuan murid SD-SMP yang tidak mampu secara gratis. Hal ini tentunya sangat sejalan dengan program Pemkot Semarang yang mulai dicanangkan pada 2006 dengan tajuk ”Semarang Bergandeng Tangan”, ungkap Wali Kota. ”Melalui program tersebut, warga diajak untuk dapat saling meringankan beban sesama baik dengan bantuan materiil, pikiran maupun tenaga,” terang Wali Kota. Lebih lanjut, Walikota Semarang menegaskan bahwa tidak boleh ada anak yang tidak sekolah, paling tidak hingga tahap SLTA. Anggaran pendidikan di kota Semarang adalah sebesar 37% atau sebesar 650 miliar yang digunakan untuk untuk pendidikan gratis hingga tahap SLTP, penyediaan buku ajar dan LKS gratis, dll. Walikota dalam kesempatan tersebut juga berterima kasih atas bantuan mobil pintar dari Ibu Ani Susilo Bambang Yudhoyono dan meminta warga untuk memanfaatkannya. Selain itu, Wali Kota juga mengucapkan terima kepada Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang yang telah berinovasi mengadakan kegiatan untuk mengundang sekolah-sekolah elite di Semarang yang telah mampu guna mengembalikan dana bantuan pendidikan sehingga dapat digunakan untuk membantu sekolah lain yang kurang mampu dan belum tersentuh bantuan pendidikan. Hingga saat ini, lanjut Walikota, telah terkumpul 1,4 miliar. Menutup sambutannya, Walikota mengucapkan selamat dan terima kasih kepada yayasn Kuncup Melati yang telah banyak berjasa dalam memajukan dunia pendidikan di kota Semarang. Pada kesempatan tersebut, Wali Kota juga sempat memberi masukan dengan sedikit guyon. Walikota menyarankan nama ”mekar” menggantikan ”kuncup”, mengingat yayasan Kuncup Melati sudah tidak lagi kuncup melainkan telah mekar karena sudah menelorkan banyak lulusan, terang Wali Kota. Pada malam tersebut, TK-SD Kuncup Melati juga mendapat penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) sebagai sekolah gratis terlama di Indonesia sejak tahun 1950. Selain itu, pada malam yang sama diserahkan pula bantuan pendidikan oleh Walikota kepada siswa siswi Yayasan Kuncup Melati. |