|
Sebanyak 80 sertifikat tanah diserahkan kepada warga dalam acara Penyerahan Sertifikat Massal Swadaya (SMS) Kelurahan Pakintelan, kecamatan Gunungpati, Kamis(4/2). Dalam acara yang bertempat di kelurahan Pakintelan tersebut, Wakil Wali Kota bersama Kepala Kanwil BPN Prov Jateng, Ir. H. Dodi Imran Kholiq dan Kepala BPN Kota Semarang, Sriyono, SH menyerahkan secara simbolis sertifikat tanah kepada warga.
Dalam kesempatan tersebut diserahkan sebanyak 80 sertifikat dari sekitar 86 pemohon. Enam sertifikat tidak dapat diserahkan pada hari yang sama dan masih dalam proses mengingat kendala medan yang terjal sehingga menyulitkan proses pengukuran. Pada hari yang sama diserahkan pula sertifikat balik nama tanah atas nama Ade Adriansyah yang diproses melalui program One Day Service. One day service merupakan program BPN dimana warga mendapatkan service cepat dalam satu hari dengan menggunakan jasa mobil Larasita (Layanan Rakyat untuk Sertifikasi Tanah) keliling. Dengan adanya penyerahan sertifikat tanah missal ini diperkirakan telah 80% tanah warga Pakintelan bersertifikasi. Wakil Wali Kota dalam kesempatan tersebut mengucapkan selamat kepada para penerima sertifikat tanah yang dilaksanakan pada acara Penyerahan Sertifikat Massal Swadaya Kelurahan Pakintelan tersebut. Wakil Wali Kota berpesan agar para penerima sertifikat tanah dapat mensyukuri dan memanfaatkan sertifikat tanah dengan bijak. “Kalaupun disekolahkan, harus ada manfaat dan kegiatan yang jelas dan dipersiapkan dengan matang,” pesan Wakil Wali Kota. “Atas nama Pemerintah Kota Semarang, saya ucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Kakanwil BPN Prov Jateng serta Kepala Kantor BPN Kota Semarang beserta jajarannya yang telah bekerja keras hingga akhirnya dapat memberikan piranti ataupun dasar hukum bagi tanah para warga di kota Semarang,” ungkap Wakil Wali Kota. Sebelumnya, lanjutnya telah dilaksanakan pula penyerahan sertifikat tanah massal di berbagai wilayah di kota Semarang seperti di Cakrawala dan Bandarharjo. Wakil Wali Kota juga menegaskan dukungan program BPN yang sangat bermanfaat bagi warga sebagaimana program Larasita. Untuk lebih mengoptimalkan fungsi lahan para warga kedepan akan pula diserahkan bibit tanaman durian, mangga, kelengkeng dan rambutan kepada para warga. Sebelumnya, Pemkot bekerjasama dengan Bank Dunia Jepang pada program JSDF juga telah menyediakan lahan konservasi seluas 760 hektare di wilayah Gunungpati, Tembalang, serta Mijen dengan menggandeng warga sekitar. Sementara, Kakanwil BPN Prov Jateng menegaskan bahwa pihaknya akan terus memberikan pelayanan optimal kepada warga masyarakat dalam penyediaan sertifikat tanah. Hal ini, lanjutnya mengingat tanah memberikan andil yang penting dalam meningkatkan kesejahteraan warga masyarakat dan diharapkan dapat membangun sumber ekonomi baru. Kakanwil dalam kesempatan tersebut juga mensosialisasikan program BPN khususnya mengenai Larasita dan reforma agraria. Kakanwil meminta warga untuk dapat mengotimalkan berbagai pelayanan yang diberikan BPN. Kepala BPN Kota Semarang, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa saat ini 75% tanah dari total 540 ribu di kota Semarang telah memiliki sertifikat tanah sisanya ditargetkan dapat terselesaikan pada tahun ini. Dalam kesempatan tersebut, Kepala BPN Kota Semarang juga mengucapkan permohonan maaf kepada warga bila dinilai prosesnya lama, hal ini mengingat besarnya jumlah pemohon. Menurutnya, semua itu bukanlah kesengajaan, pihaknya telah memberikan pelayanan sebanyak 12500 hingga 15000 pemohon setiap harinya. Ade Adriansyah, salah seorang warga yang mendapatkan sertifikat balik nama tananya merasa senang karena mendapatkan pelayanan One Day Service. Ade berharap pelayanan Larasita dan berbagai pelayanan BPN dapat terus dilaksanakan karena memberikan kemudahan kepada warga. “Saya merasa sangat senang dan syukur alhamdulillah karena telah menunggu lama dan akhirnya mendapat serifikat tanah,” ungkap Sarmini, penerima sertifikat tanah seluas 523 m2. |