|
“Berbagai konsep dan strategi guna mewujudkan visi Kota Semarang sebagai Kota Metropiltan yang Religius Berbasis Perdagangan dan Jasa,”begitu diungkapkan oleh Tommy Y Said Staf Ahli Bidang Pembangunan dan Lingkungan Hidup dalam acara yang berlangsung di Ruang Komisi A dan B Gedung Moch. Ichsan (25/11). Acara yang dikemas dalam bentuk “Seminar Hasil Kajian Penyusunan Cetak Biru (Master Plan) Pengembangan Penanaman Modal” ini menghadirkan 3 pembicara dan diikuti oleh kurang lebih 80 orang.
Dengan keadaan seperti sekarang ini Kota Semarang terus berbenah, semua ini dilakukan untuk menuju sebuah kota yang pro investasi. “investasi menjadi kunci utama yang perlu menjadi perhatian kita bersama,” kata Tommy. Investasi berperan penting dalam pembangunan ekonomi, karena melalui investasi dapat meningkatkan kapasitas ekonomi dan menjaga kesinambungan laju pertumbuhan ekonomi. Dikatakan dengan laju perekonomian yang baik tentunya makan memberikan dampak yang baik pula terhadap tingkat perekonomianj masyarakat. Dengan posisi strategis, Kota Semarang menjadi “pintu gerbang” antara wilayah barat dan timur. “Artinya siapapun yang hendak mengakses kabupaten/ kota yang ada di Jawa tengah,” jelasnya. Mereka mau tidak mau mesti singgah atau melewati Kota Semarang. “Dan peluang inilah yang harus kita manfaatkan seoptimal mungkin,” tandasnya. Penggalian potensi-potensi Kota Semarang senantiasa harus dilakukan guna mendorong tumbuhnya investasi baru yang dapat menstimulus perekonomian kearah yang lebih maju. Diharapkan dengan cetak biru (master plan) pengembangan penanaman modal mampu menjadi pegangan dan pedoman agar berbagai komponen terkait memilik kesepahaman dan konsepsi yang sama dalam mensukseskan upaya-upaya pengembangan investasi di Kota Semarang.” Investasi terutama diprioritaskan pada tiga sektor, perdagangan, industri dan pariwisata,”jelas Tommy. Ketiga sektor inilah yang kemudian dinyatakan sebagai leading sector, yang diakronimkan dengan istilah Triwida. Koseptual Triwida, ketiga potensi/ sector menjadi leading sector dari pertumbuhan ekonomi yang menjadi pemicu untuk menumbuhkan sektor lainnya, yaitu sektor bangunan ( sektor listrik, gas dan air), sektor angkutan dan komunikasi dan jasa-jasa (jasa hiburan dan rekreasi, jasa pendidikan dan kesehatan). Disisi lain diungkapkan bahwa kita patut berbangga bahwa berbagai prasyarat untuk menjadi sebuah kota investasi telah dimiliki Kota Semarang. “Dibidang tenaga kerja, kita memiliki banyak sumber daya yang terampil dan berdaya saing,” katanya. Di samping itu, berbagai fasilitas dan infrastruktur juga tumbuh dan berkembang pesat di Kota Semarang. Dan semua itu juga ditunjang dengan adanya Bandara Ahmad Yani dan Pelabuhan Tanjung Emas yang menjadi akses penting masuk ke Jawa Tengah. Sangat diharapkan pada peserta seminar untuk senantiasa pro aktif dalam memberikan masukan dan gagasan yang bermanfaat khusnya demi pengembangan prospek investasi di Kota Semarang. |